Memulai bisnis baru merupakan ide yang mengasyikan untuk pengusaha. Tetapi, ada beberapa faktor yang harus diingat untuk membantu suksesnya bisnis. Salah satu hal yang paling membingungkan adalah manajemen keuangan.

Pengusaha muda dihadapkan pada beberapa kesulitan finansial termasuk modal, mengatur arus kas, memisahkan keuangan pribadi dan bisnis, dsb. Tapi jangan kuatir; di bawah ini ada beberapa saran efektif untuk menghindari kesalahan umum yang dilakukan pengusaha yang belum berpengalaman:

1. Buat Cadangan Kas

Memulai bisnis adalah ide bagus, tetapi harus ada pendukung yang kuat. Selalu baik untuk membuat cadangan kas. Memulai bisnis tidak selalu melibatkan biaya yang tinggi, tapi selalu ada kemungkinan di awal bisnis belum ada pendapatan untuk jangka waktu tertentu. Anda perlu kas cadangan untuk membayar pajak. Jadikan menabung sebagai kebiasaan. Tabung sedikit demi sedikit setiap minggu.

Jangan Berinvestasi Berlebihan

ika anda bergantung pada kas cadangan, tabungan atau kartu kredit untuk memulai bisnis, jangan berinvestasi secara berlebihan, misalnya untuk sistem komputer super canggih, kantor pemasaran yang mewah atau persediaan barang terlalu banyak. Anda harus berkonsentrasi untuk menciptakan produk berkualitas tinggi dan memastikan kepuasan pelanggan. Jika anda mengoperasikan bisnis secara online atau dari rumah, anda dapat dengan mudah menghindari hal-hal ini.

2. Selalu Mengetahui Rasio Hutang-Pendapatan

Jika anda membayar hutang kartu kredit atau pinjaman pendidikan, anda perlu mengetahui rasio hutang-pendapatan. Anda tidak akan mendapatkan pinjaman untuk bisnis bahkan jika anda mampu membayar hutang/pinjaman.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah memulai bisnis saat anda sudah membayar kembali semua hutang pribadi. Hubungi perusahaan keringanan hutang (national debt relief) dan pilih untuk menyelesaikan hutang atau apapun yang disarankan ahli. Anda perlu masuk ke dalam bisnis dalam keadaan 100% bebas hutang untuk memenuhi syarat mendapat pinjaman bisnis. Mungkin anda tidak butuh uangnya sekarang, tapi di masa mendatang anda mungkin membutuhkan suntikan dana.

analisa-keuangan-pengusaha

3. Berbicara Dengan Ahli Keuangan

Jika anda pendatang baru di dunia bisnis, yang terbaik adalah mencari saran dari penasihat pajak atau akuntan. Saran dari ahli sangat berguna untuk memastikan anda mematuhi aturan pajak yang berlaku dan menghindari kesalahan yang berhubungan dengan pajak.

Perangkap yang paling umum adalah anda akhirnya membayar pajak terlalu besar. Konsultasi dengan ahli pajak atau ahli keuangan mungkin bukan hal yang mahal. Lebih dari itu, perusahaan pajak biasanya menawarkan konsultasi awal gratis. Ini cukup baik, jika anda telah melakukan penelitian dan siap dengan pertanyaan-pertanyaan yang tepat.

4. Bayar Gaji Anda

Jika anda memulai bisnis sendiri, anda pasti akan mendedikasikan seluruh waktu, usaha dan uang ke dalam bisnis. Anda akan tergoda untuk kembali menginvestasikan seluruh keuntungan pada bisnis anda, tanpa berpikir mengenai keuangan pribadi. Perlu untuk menyisihkan sejumlah uang sebagai gaji anda supaya bisa membayar tagihan bulanan. Penting untuk memisahkan keuangan pribadi dengan keuangan bisnis.

5. Memisahkan Keuangan Pribadi Dan Bisnis

Adalah ide yang baik untuk benar-benar memisahkan keuangan pribadi dan bisnis. Ini akan memberikan kredibilitas lebih untuk bisnis anda dan pasti akan mengurangi hutang pribadi. Anda akan berada di posisi yang lebih baik untuk membayar tagihan, pajak dan tagihan bulanan lainnya.

source : bisnismoo.com

writer : Ivan Wijaya – Founder Bisnismoo.com