Seringkali proses implementasi ERP mundur dari jadwal yang sudah ditetapkan bersama antara tim implementator dan customer. Agar implementasi berjalan sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama, berikut 3 caranya :

1. Menggunakan alur kerja dan alur data yang sudah biasa digunakan (workflow)

Seringkali proyek ERP digabungkan dengan change management untuk workflow karena alasan efisiensi. Tetapi manajemen seringkali tidak siap karena proyek change management akan merubah alur kerja dan alur data bahkan form. Hal inilah yang akan membuat proyek ERP seringkali mundur karena tidak mempunyai patokan atau dasar untuk melakukan konfigurasi. Dasar yang berubah-ubah akan mengakibatkan kepusingan disisi user dan membuat konfigurasi menunggu alur yang benar. Maka dipastikan terlebih dahulu alur data dan alur kerja yang digunakan baru memasuki proyek ERP.

2. Perbanyak sesi latihan dan training

Semakin banyak training atau menggunakan aplikasi ERP maka user akan semakin ingat dan percaya diri untuk menggunakan. Seringkali secara internal perusahaan tidak mempunyai waktu ataupun manajemen tidak mewajibkan sesi training. Sehingga user apabila mempunyai pertanyaan tidak langsung terjawab sehingga membuat proses penginputan terganggu atau hasilnya kurang maksimal. Manajemen yang mendukung proyek ERP biasanya akan mewajibkan proses training untuk setiap user dan memantau perkembangannya.

3. Mengukur hasil secara rutin

Output dari proyek ERP adalah laporan dan efisiensi yang dihasilkan dari berbagai bagian dalam suatu perusahaan. Kita perlu mengukur secara rutin hasil dari output tersebut. Seperti membuat laporan dari data-data yang sudah masuk dan diinput oleh tiap bagian. Memeriksa validitas data dan efisiensi proses patut dicek secara periodik. Agar kita mendapatkan laporan posisi dan usulan tahapan pekerjaan kedepan karena dengan proses ini akan membuat proses semakin baik kedepannya.