Datix-ERP-Implementation-Steady-Step

sumber gambar : www.datixinc.com

 

Inilah pertanyaan yang seringkali ditanyakan Leads kami. Ya betul, “Kenapa proses implementasi ERP membutuhkan waktu yang lama ya?”

 

Mungkin kita bisa ambil 4 kesimpulan atas jawaban pertanyaan diatas :

 

1. Implementasi merupakan proses atau kegiatan menyesuaikan sistem ERP (Enterprise Resources Planning) dengan bisnis proses yang berjalan pada usaha yang sudah berjalan. Semakin rumit bisnis proses yang berjalan, rumit disini seperti perusahaan manufaktur/pabrikasi, maka semakin lama waktu yang dibutuhkan. Apalagi bisnis proses yang berjalan tersebut tidak umum seperti proses pada umumnya. Akhirnya kita melakukan banyak proses kustomisasi (merubah alur standar software ERP) menyesuaikan dengan alur bisnis yang ingin difasilitasi.

2. Data yang diperlukan oleh implementator (tim yang melakukan proses implementasi) belum tersedia. Meskipun data-data yang dibutuhkan ada, harus melakukan penggabungan data, validasi data, penyesuaian data dan akhirnya bisa dimasukkan ke dalam sistem. Proses ini membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Apalagi data yang dibutuhkan dipegang oleh bagian-bagian yang terpisah dimana harus disatukan, disepakati baru bisa digunakan dalam sistem. Kenapa serumit itu? coba bayangkan apabila ada kode barang yang antara bagian pembelian dengan bagian gudang tidak sama, pastinya barang tersebut akan membuat bingung semua bagian.

3. Komitmen leader atau manajemen. Apa hubungannya? Pasti itu yang ditanyakan bukan? Ternyata, komitmen leader atau pimpinan perusahaan ikut menentukan waktu yang diperlukan untuk proses implementasi. Coba bayangkan apabila komitmen yang diberikan sangatlah sedikit, hampir dipastikan proses tersebut langsung dinomor duakan bahkan potensi nya terbengkalai. Dengan komitmen pimpinan yang sangat baik, semua permasalahan akan segera dapat diputuskan dan diambil solusinya.

4. Ketidakjelasan batasan pekerjaan dari implementasi itu sendiri. Seringkali antara apa yang diharapkan oleh customer berbeda dengan yang ditawarkan. Apabila perbedaan tersebut ternyata sangat jauh, maka proses akan terhambat. Harus dipastikan antara implementator dan calon user sering mendiskusikan apa yang akan diimplementasikan. Sehingga disepakati bersama batasan pekerjaan dan cakupan pekerjaan yang jelas.