ERP Pricing

(Sumber gambar : www.softwarethinktank.com)

Bagi sebagian pemilik usaha yang baru memulai, yang utama adalah bagaimana meningkatkan penjualan usaha. Memang benar hal ini menjadi prioritas karena apabila tidak ada penjualan maka tidak akan ada dana masuk kedalam. Tetapi apabila usaha Anda sudah berjalan bertahun-tahun dan meningkatkan penjualan sudah dirasakan sangat sulit, mungkin Anda bisa mencoba untuk melakukan analisa kedalam operasional usaha Anda sendiri.

Itulah gunanya anda melakukan investasi di sistem yang terintegrasi. Ya saya bilang investasi dan bukannya biaya. Terkadang pemilik usaha yang sudah mempunyai omzet usaha stabil tiap tahunnya, merasa setiap implementasi sistem dikategorikan sebagai biaya. Padahal kalau dipikir-pikir, dengan adanya sistem yang terintegrasi tersebut, pemilik usaha akan secara realtime mendapatkan informasi keuangan dari usahanya.

Kami ingin mencoba mendefinisikan mahal yang sebenarnya apabila pemilik usaha belum mempunyai sistem :

1. Informasi terkait dengan stok barang apabila usaha Anda adalah bidang distribusi. Dengan sistem yang real-time, setiap bagian pemasaran dapat langsung mengetahui posisi stok yang sebenarnya tanpa harus menanyakan ke bagian gudang. Apabila barang yang ada bisa langsung dijual oleh bagian pemasaran, maka rasio perputaran barang dapat lebih cepat sehingga potensi kerugian stok yang tidak bergerak (dead stock) menjadi minim. Bisa Anda bayangkan apabila nilai dead stock yang ada di usaha Anda dibiayai oleh pinjaman Bank. Berapa lama barang tersebut tidak bisa dijual dikalikan bunga yang berlaku per bulan sudah menjadi ke-mahal-an tersendiri.

2. Piutang. Mengelola piutang bagi perusahaan yang bergerak dibidang distribusi sangatlah krusial. Tanpa kita mempunyai rambu-rambu yang jelas, pasti akan membuat kebutuhan dana membengkak karena secara tidak langsung ikut memodali pelanggan. Memantau termin pembayaran yang disepakati, kredit limit kepada customer, kebutuhan dokumen untuk penagihan merupakan hal-hal yang sepele tapi sangat menjengkelkan apabila cashflow terganggu. Dengan dibantu sistem yang terintegrasi, bagian penagihan dapat fokus kepada piutang-piutang yang berpotensi untuk bermasalah.